Saya menulis ini bukan sebagai pujian kosong. Saya menulis sebagai kader Partai Golkar di Labuhanbatu yang setiap hari bertemu anak-anak muda. Ada yang semangatnya tinggi, tapi sering patah karena merasa “saya ini siapa, saya dari mana”.
Di titik itulah sosok Bapak Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar, menjadi jawaban.
Beliau Adalah Bukti Nyata “Dari Timur, Untuk Indonesia”
Pak Bahlil memulai segalanya dari nol. Bukan dari keluarga pejabat. Bukan dari Jakarta. Beliau memulai dari Banda, Maluku — pelosok Indonesia bagian Timur. Dari jualan kue, jadi kuli, kuliah sambil kerja, sampai akhirnya dipercaya memimpin Partai Golkar dan mengabdi untuk bangsa.
Ini penting. Karena selama ini anak-anak di Labuhanbatu, di Sumut, di pelosok lain sering merasa: “Jabatan tinggi itu cuma buat orang-orang tertentu”.
Kisah Pak Bahlil mematahkan itu. Beliau membuktikan garis start tidak menentukan garis finish. Yang menentukan adalah seberapa keras kita melangkah.
Etos Kerja dan Mental Pejuang
Yang saya kagumi dari Pak Bahlil bukan hanya jabatannya hari ini. Tapi prosesnya. Mental “nggak ada kata menyerah”.
Dari menjual kue keliling untuk bantu ekonomi keluarga, sampai berani masuk dunia usaha, organisasi, lalu politik. Itu bukan keberuntungan. Itu kerja keras, disiplin, dan keberanian ambil risiko.
Ini yang harus ditiru anak muda hari ini. Kita hidup di era yang serba cepat dan instan. Sedikit gagal langsung menyerah. Sedikit dikritik langsung down.
Pak Bahlil mengajarkan: Kalau mau besar, siap jatuh bangun dulu. Kalau mau didengar, buktikan dulu dengan kerja.
Memahami Rakyat Kecil Karena Pernah Menjadi Rakyat Kecil
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang paham denyut nadi rakyat. Pak Bahlil pernah merasakan susahnya cari uang, pernah merasakan ditolak, pernah merasakan hidup pas-pasan.
Karena itu ketika beliau bicara soal ekonomi, UMKM, lapangan kerja, dan hilirisasi — itu bukan teori di atas kertas. Itu pengalaman hidup.
Sebagai kader Golkar di Labuhanbatu, kami merasakan betul. Arahan beliau selalu sama: “Turun ke bawah, dengarkan rakyat, selesaikan masalah”. Itulah politik yang membumi. Bukan politik pencitraan.
Menghidupkan Kembali Semangat Golkar: Karya Kekaryaan
Partai Golkar lahir dari rahim rakyat pekerja. Dan Pak Bahlil mengembalikan ruh itu. Seorang kader yang naik dari bawah, memahami dunia usaha, dan kini memimpin partai terbesar di Indonesia.
Bagi kami kader di daerah, ini suntikan semangat. Bahwa di Golkar, siapa saja punya ruang untuk tumbuh. Asal mau kerja, mau loyal, dan mau berjuang untuk rakyat.
Penutup: Untuk Anak Muda Labuhanbatu dan Indonesia.
Anak-anak muda hari ini butuh contoh, bukan ceramah. Butuh bukti, bukan janji.
Sosok Bahlil Lahadalia adalah bukti bahwa:
1. Asal usul bukan penghalang. Lahir di Timur bukan berarti tidak bisa memimpin nasional.
2. Kerja keras tidak mengkhianati hasil. Dari nampan kue sampai kursi Ketua Umum.
3. Politik itu pengabdian. Bukan untuk kaya, tapi untuk memberi solusi.
Untuk kita yang ada di Labuhanbatu: Jangan malu bermimpi besar. Jangan minder dengan latar belakang.
Kalau anak dari Banda bisa, maka anak dari Labuhanbatu juga bisa. Kalau Pak Bahlil bisa melangkah dari Timur, maka giliran kita yang melangkah dari daerah untuk Indonesia.
Muhammad Riduan Dalimunthe (Kader Partai Golkar Labuhanbatu-Sumatera Utara)

















