LABUHANBATU — Arus informasi yang semakin deras di era digital dinilai membawa tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya diajarkan sebagai materi pelajaran, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, H.T. Milwan, saat menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 2 Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.Senin ( 27/7)
“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menjadi warga negara yang berkarakter,” ujar Milwan di hadapan para pelajar.
Menurut dia, pelajar merupakan kelompok strategis dalam pembangunan bangsa. Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak usia sekolah dinilai menjadi fondasi untuk membentuk karakter, memperkuat nasionalisme, sekaligus meningkatkan daya tangkal terhadap berbagai pengaruh negatif yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
Milwan mengatakan, penguatan wawasan kebangsaan juga bertujuan membentuk Profil Pelajar Pancasila, yakni peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, serta mampu hidup di tengah keberagaman.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan masa belajar dengan sungguh-sungguh serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter yang kuat. Ilmu pengetahuan tanpa nilai kebangsaan akan kehilangan arah,” katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., sebagai narasumber. Dalam paparannya, Faisal menguraikan implementasi lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menurut Faisal, pengamalan sila pertama tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga toleransi antarumat beragama.
“Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Nilai Pancasila mengajarkan kita untuk hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati,” ujarnya.

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para pelajar tampak aktif menyampaikan pertanyaan, tidak hanya mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, tetapi juga seputar motivasi belajar, cara meraih prestasi, hingga mempersiapkan masa depan.
Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa isu kebangsaan tetap relevan bagi generasi muda ketika dikemas secara komunikatif dan dekat dengan kehidupan mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan, melainkan menjadi karakter yang tercermin dalam perilaku sehari-hari di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.(MS)















