LABUHANBATU – Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Labuhanbatu menetapkan Muskan Rambe, S.Pd. sebagai Ketua PBSI Labuhanbatu periode kepengurusan berikutnya. Keputusan tersebut dihasilkan melalui forum musyawarah yang berlangsung di Hall PB Mandala, Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Minggu (28/6/2026).
Muskablub digelar sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri Ketua PBSI Labuhanbatu sebelumnya, M. Tohir Wijaya, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Forum tersebut menjadi mekanisme organisasi untuk memastikan keberlangsungan kepengurusan dan program pembinaan bulu tangkis di Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 WIB diikuti lima klub anggota yang memiliki hak suara, yakni PB Mandala, PB PPR, PB Pormild, PB Smash, dan PB RBS. Musyawarah juga mendapat pendampingan dari Pengurus Provinsi PBSI Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Organisasi, Wahyudi.
Selama forum berlangsung, seluruh peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan sebelum pengambilan keputusan. Proses musyawarah berjalan tertib dan mengedepankan prinsip kekeluargaan hingga akhirnya seluruh pemilik hak suara menyepakati Muskan Rambe sebagai ketua terpilih.

Usai ditetapkan sebagai Ketua PBSI Labuhanbatu, Muskan Rambe menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya. Ini bukan tugas yang ringan, namun dengan kebersamaan seluruh klub dan pengurus, saya optimistis PBSI Labuhanbatu dapat berkembang lebih baik lagi,” ujar Muskan saat dikonfirmasi awak media.
Menurut Muskan, kepengurusan yang akan dibentuk nantinya akan mengedepankan komunikasi yang terbuka dengan seluruh klub anggota sebagai bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini dan peningkatan prestasi menjadi agenda prioritas. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari tata kelola yang baik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Selain pembinaan atlet, penguatan manajemen organisasi juga menjadi perhatian utama. Pengurus yang akan dibentuk diharapkan bekerja secara profesional, transparan, dan mampu menjalankan program kerja secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Muskablub mendapat apresiasi dari peserta karena dinilai mampu menghasilkan keputusan melalui mekanisme organisasi yang demokratis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Forum tersebut juga menjadi bentuk konsolidasi organisasi dalam menjaga kesinambungan pembinaan olahraga bulu tangkis di Labuhanbatu.
Hasil Muskablub selanjutnya akan disampaikan kepada Pengurus Provinsi PBSI Sumatera Utara sebagai bagian dari proses administrasi organisasi sebelum kepengurusan baru menjalankan program kerja secara resmi.
Dengan terpilihnya Muskan Rambe, PBSI Labuhanbatu diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pengurus, klub, pelatih, dan atlet sehingga pembinaan bulu tangkis di daerah dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan prestasi Labuhanbatu pada berbagai kejuaraan di masa mendatang.(*)


















