banner 970x250

HT Milwan Dorong Aspirasi Jalan Desa dan Perkuat Pencegahan Narkoba di Pangkatan

Labuhanbatukini.id
LABUHANBATU — Persoalan infrastruktur dan ancaman narkotika menjadi dua isu yang mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yang digelar anggota DPRD Sumatera Utara, HT Milwan, di Desa Tebing Tinggi Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (9/8)

Dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Pangkatan, Nurul Amal, ST, mengatakan pemerintah kecamatan berharap HT Milwan dapat mengawal aspirasi warga terkait kondisi jalan di wilayah Pangkatan.

banner 325x300

Ia menyampaikan salam Camat Pangkatan yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan.

Nurul mengatakan kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah Pangkatan memerlukan perhatian pemerintah. Ia berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui jalur legislatif.

“Seperti yang disampaikan Ustaz Abdul Somad, jalan kami ini seperti blender. Kami berharap Bapak HT Milwan bisa mengawal agar jalan di Desa Pangkatan segera terealisasi,” kata Nurul.

Penjabat Kepala Desa Tebing Tinggi Pangkatan, Awaluddin, SE, mengapresiasi HT Milwan yang memilih desanya sebagai lokasi Sosper. Menurut dia, kehadiran Bapak HT Milwan anggota DPRD Sumut itu bukan hal asing beliau dekat dengan masyarakat Desa Tebingtinghi Pangkatan.

“Saya meminta tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama yang hadir menyampaikan aspirasinya,” ujar Awaluddin.

Ia menyebut Desa Tebing Tinggi Pangkatan memiliki lima Dusun dengan 257 kepala keluarga. Sebagian besar warga bekerja sebagai buruh tani, pelaku UMKM dan petani. Jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) tercatat sekitar 1.700 orang.

Tokoh masyarakat, Abd Syahwan Panjaitan, mengatakan masyarakat Desa Tebing Tinggi Pangkatan hidup berdampingan meski berasal dari latar belakang berbeda. Sekitar separuh warga merupakan suku Jawa dan lainnya berasal dari kawasan Tapanuli Selatan.

Ia juga menyampaikan persoalan jalan yang menurutnya telah berlangsung puluhan tahun.

“Kami berharap jalan di desa ini diperhatikan. Sudah sekitar 30 tahun tidak diperbaiki. Dengan hadirnya Bapak HT Milwan, kami berharap aspirasi ini bisa disuarakan,” kata Abd Syahwan.

HT Milwan Soroti Ancaman Narkoba

HT Milwan mengatakan kegiatan Sosper tersebut tidak hanya menjadi forum menyampaikan aspirasi, tetapi juga ruang untuk membuka dialog langsung dengan masyarakat.

Ia menjelaskan, sebagai anggota DPRD Sumut, dirinya mendapat mandat untuk menjalankan sejumlah kegiatan di daerah pemilihan, termasuk sosialisasi wawasan kebangsaan dan peraturan daerah.

“Setiap bulan saya melaksanakan kegiatan Wasbang dan Sosper. Untuk Sosper kali ini saya memilih sosialisasi narkoba karena saya melihat persoalan ini sangat strategis,” kata HT Milwan.

Ia mengatakan kegiatan serupa dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.

“Saya datang ke Desa Tebing Tinggi Pangkatan untuk mendengar langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.

HT Milwan juga menghadirkan akademisi, Dr Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., sebagai narasumber. Ia berharap materi yang disampaikan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Menurut HT Milwan, masyarakat perlu mendapatkan contoh dan motivasi agar mampu mendorong anak-anak serta generasi muda meraih pendidikan dan prestasi.

“Kita ingin membuka cara pandang masyarakat. Anak dan cucu kita harus termotivasi menjadi orang hebat,” katanya.

Data Narkoba Diminta Dibuka

Dalam pemaparannya, Dr Faisal Andri Mahrawa menekankan pentingnya pemerintah desa dan kecamatan memiliki data mengenai persoalan narkotika di wilayahnya.

Ia mempertanyakan apakah pemerintah desa dan kecamatan mengetahui jumlah warga yang terdampak penyalahgunaan narkoba, termasuk dugaan bandar, pengedar dan pengguna.

“Jangan hanya memberikan data jumlah KK dan DPT. Kita juga harus berani mendata persoalan narkoba agar bisa bersama-sama mencegahnya,” ujar Faisal.

Menurut dia, pencegahan narkoba membutuhkan ruang komunikasi di tingkat desa. Persoalan yang muncul di masyarakat, kata dia, perlu dibahas bersama agar dapat ditemukan solusi yang tepat.

Faisal menegaskan pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga pendidikan dan unsur lainnya harus terlibat.

“Saya emosi ketika membicarakan narkoba karena persoalan ini tidak bisa hanya diserahkan kepada polisi. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak,” katanya.

Ia menilai sosialisasi hanya menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat. Langkah berikutnya adalah membentuk kepedulian dan kerja bersama di tingkat desa.

Warga Minta Kurikulum dan Fasilitas Olahraga

Dalam sesi dialog, seorang warga mengusulkan agar materi tentang bahaya narkoba dimasukkan ke dalam pembelajaran di sekolah. Menurutnya, pendidikan sejak dini penting untuk membangun ketahanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, tokoh pemuda meminta dukungan sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi ruang positif bagi anak muda sekaligus mengurangi potensi mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Dialog berlangsung interaktif. Sejumlah persoalan warga dibahas bersama narasumber dan HT Milwan dengan menekankan pentingnya pencegahan berbasis masyarakat.

Bagi HT Milwan, aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian penting dari kegiatan Sosper karena persoalan di lapangan hanya dapat dipahami secara utuh melalui komunikasi langsung dengan masyarakat.(MS)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *