JAKARTA — Dr. Nefra Firdaus Lubis, S.E., M.M. resmi menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Kenaikan pangkat itu dikukuhkan dalam Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi TNI di Aula Gatot Soebroto, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, (9/7).
Prosesi dipimpin Inspektur Jenderal TNI Laksamana Madya TNI Hersan yang mewakili Panglima TNI. Nefra mengikuti laporan korps bersama sejumlah perwira tinggi dari berbagai matra yang memperoleh kenaikan pangkat.
Kenaikan pangkat tersebut beriringan dengan amanah yang kini diemban Nefra sebagai Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan). Pada jabatan itu, ia bertanggung jawab mengelola penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan fakultas.
Sehari berselang, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, sebanyak 45 perwira tinggi TNI AD resmi memperoleh kenaikan pangkat, terdiri atas satu Letnan Jenderal, sembilan Mayor Jenderal, dan 35 Brigadir Jenderal.
Nama Mayjen TNI Nefra Firdaus Lubis tercantum sebagai salah satu dari sembilan perwira yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal. Selain dirinya, sejumlah pejabat strategis juga menerima kenaikan pangkat, di antaranya Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, serta Kabinda DKI Jakarta BIN Mayjen TNI Tjahjono Prasetyanto.
Dalam sambutannya, Maruli mengatakan kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para perwira tinggi selama menjalankan tugas.
“Pangkat bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar untuk memberikan karya terbaik bagi TNI Angkatan Darat, TNI, bangsa, dan negara,” ujar Maruli.
Ia mengingatkan para perwira tinggi agar menjaga soliditas organisasi, memperkuat sinergi antarlembaga, serta mampu menjawab tantangan lingkungan strategis yang terus berkembang. Menurut Maruli, kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga profesionalisme TNI di tengah dinamika pertahanan yang semakin kompleks.
Kenaikan pangkat tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI.
Bagi Nefra Firdaus Lubis, penyematan bintang dua menandai bertambahnya tanggung jawab, tidak hanya sebagai perwira tinggi TNI, tetapi juga sebagai akademisi yang mengemban tugas menyiapkan sumber daya manusia di bidang keamanan nasional melalui Universitas Pertahanan.(MS)


















