banner 970x250

Kabur 18 Hari, Residivis Narkoba Bagong Akhirnya Dibekuk di Siak

LABUHANBATU — Pelarian Zulfadly alias Wak alias Bagong (37), tahanan kasus narkotika yang kabur dari Markas Polres Labuhanbatu, berakhir setelah 18 hari. Pria yang disebut kepolisian sebagai residivis itu ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu saat bersembunyi di sebuah rumah warga di Dusun Sukajaya, Desa Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu, (18/7) , sekitar pukul 05.00 WIB.

Penangkapan itu mengakhiri pengejaran lintas provinsi yang dilakukan sejak Zulfadly lolos dari ruang identifikasi Polres Labuhanbatu pada 30 Juni 2026.

banner 325x300

Sejak hari pertama pelarian, polisi membentuk tim khusus untuk memburu tersangka dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), memeriksa sejumlah saksi, serta mengembangkan informasi dari berbagai daerah.

Pencarian sempat mengarah ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Namun, keberadaan Zulfadly baru terlacak setelah polisi memperoleh informasi bahwa ia diduga bersembunyi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Tim yang dipimpin Kanit II Satresnarkoba IPDA Risnal Situngkir, S.H., bersama Kanit I Satresnarkoba IPDA Sastrawan GT kemudian bergerak ke lokasi. Di sebuah rumah milik warga di Dusun Sukajaya, polisi menangkap Zulfadly tanpa perlawanan.

Kepolisian menyatakan pemilik rumah tidak mengetahui bahwa pria yang ditampungnya merupakan buronan.

Setelah diamankan, Zulfadly alias Bagong langsung dibawa ke Polres Labuhanbatu dan tiba di kantor Satresnarkoba pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB untuk melanjutkan proses penyidikan.

Dalam pemeriksaan awal, Zulfadly mengaku berpindah-pindah tempat selama pelarian untuk menghindari kejaran petugas. Ia juga mengaku sempat berniat menyerahkan diri, namun lebih dahulu ditangkap polisi.

Kepolisian menyebut Zulfadly merupakan residivis yang tercatat pernah dua kali melarikan diri dari kantor polisi. Menurut pengakuannya kepada penyidik, ia kabur karena takut menghadapi proses hukum atas perkara narkotika yang menjeratnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu masih mendalami rangkaian peristiwa pelarian tersebut, termasuk mengevaluasi prosedur pengamanan tahanan.

Kondisi Zulfadly dilaporkan dalam keadaan sehat selama menjalani pemeriksaan.(MS)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *