banner 970x250

HT Milwan Bawa Akademisi ke Sekolah: Edukasi Pelajar Labuhanbatu Lawan Narkoba

Labuhanbatukini.id, Rantauprapat — Pelataran upacara MTs Negeri 1 Labuhanbatu, Sabtu (7/3), berubah menjadi ruang kelas besar. Ratusan siswa kelas VII hingga IX duduk berbaris, mendengarkan satu pesan yang berulang: masa depan mereka terlalu mahal untuk dipertaruhkan dengan narkoba. Sabtu (7/3).

Pesan itu datang dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya yang digelar Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan. Dalam program sosialisasi di daerah pemilihannya yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.

banner 325x300

Milwan sengaja menjadikan pelajar SMP dan MTs sebagai sasaran utama.

“Remaja adalah kelompok yang paling rentan. Karena itu mereka harus dibekali pengetahuan sejak dini agar berani mengatakan tidak pada narkoba,” kata Milwan kepada para siswa.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara itu juga dihadiri kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik.

 

Kepala MTs Negeri 1 Labuhanbatu, Mustafa Kamal Nasution, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut sosialisasi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
“Ini kali kedua Bapak HT Milwan memilih sekolah kami sebagai lokasi kegiatan. Kami tentu sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mustafa juga menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi memberi perhatian terhadap kondisi sekolah yang dinilainya sudah membutuhkan pembenahan.

“Sekolah ini sudah cukup lama berdiri dan menjadi salah satu pilihan masyarakat. Kami berharap ada dukungan renovasi dari pemerintah provinsi melalui aspirasi Bapak HT Milwan,” katanya.

Tokoh masyarakat Bilah Hilir, H. Sugimanto, menilai langkah menyasar pelajar sebagai pendekatan yang strategis. Menurut dia, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter sekaligus periode yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.

Ia menambahkan, upaya pencegahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujar Sugimanto.

Untuk memperkuat materi sosialisasi, Milwan menghadirkan akademisi Universitas Sumatera Utara, Dr. Faisal Andri Mahrawa, sebagai narasumber utama. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu memaparkan dampak narkotika dari sudut kesehatan, psikologis, hingga masa depan generasi muda.

“Masalah narkoba bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga masa depan. Narkotika bisa merusak cara berpikir, mental, bahkan karakter seseorang,” kata Faisal di hadapan para pelajar.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hidup sangat ditentukan oleh disiplin belajar dan keberanian memiliki cita-cita.

 

Faisal juga berbagi kisah perjalanan pendidikannya yang ditempuh dari sekolah negeri hingga meraih gelar doktor melalui berbagai beasiswa. Bagi dia, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah.
“Banyak orang berhasil bukan karena hidupnya mudah, tetapi karena mereka tidak berhenti bermimpi,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Milwan berharap pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjauhinya.

“Anak-anak ini adalah masa depan daerah. Kalau mereka rusak karena narkoba, yang hilang bukan hanya satu generasi, tetapi juga harapan kita bersama,” kata Milwan.(Red)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *