banner 970x250

HT Milwan: Bandar dan Pengedar Narkoba Musuh Bersama, Warga Diminta Bergerak

⁷LABUHANBATU — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, mengingatkan ancaman penyalahgunaan narkotika tidak lagi hanya menjadi persoalan aparat penegak hukum, tetapi telah menjadi persoalan bersama yang harus dihadapi hingga ke lingkungan keluarga dan desa.

Pesan itu disampaikan Milwan saat menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Desa Perkebunan Sennah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.Selasa (14/7)

banner 325x300

“Kita tidak boleh memberi ruang kepada bandar dan pengedar. Mereka adalah musuh bersama yang harus dilawan. Sementara korban penyalahgunaan narkoba harus diselamatkan melalui pengobatan dan rehabilitasi,” kata Milwan di hadapan ratusan peserta sosialisasi.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Desa Perkebunan Sennah beserta perangkat desa, anggota BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam pemaparannya, Milwan menilai penyalahgunaan narkoba telah berkembang menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Menurut dia, keluarga tidak boleh lagi menutup mata ketika ada anggotanya terjerat narkoba.

Ia juga mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara mengenai tingginya angka penyalahgunaan narkotika di provinsi tersebut. Karena itu, wilayah Daerah Pemilihan Sumatera Utara VI yang meliputi Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan dinilai memerlukan perhatian serta langkah pencegahan yang lebih masif melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu menekankan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya menghancurkan kesehatan pengguna, tetapi juga menggerus ketahanan ekonomi dan sosial keluarga.

Menurut Faisal, pengguna narkoba tidak seharusnya dikucilkan. Mereka perlu didorong menjalani rehabilitasi agar dapat pulih dan kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

“Jangan memusuhi korban penyalahgunaan narkoba. Rangkul mereka, beri perhatian, dan arahkan ke rehabilitasi. Yang harus diperangi adalah jaringan peredaran gelap dan para bandar,” ujarnya.

Kepala Desa Perkebunan Sennah, Sagino, mengapresiasi sosialisasi tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa.

Melalui sosialisasi itu, pemerintah desa, aparat, dan masyarakat diharapkan membangun komitmen bersama memperkuat pencegahan sejak lingkungan keluarga sebagai benteng pertama melawan penyalahgunaan narkotika.(MS)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *