banner 970x250

Ketua FKUB Labuhanbatu: Idul Adha Momentum Meneguhkan Keikhlasan dan Kerukunan Antar Umat

labuhambatukini.id.

RANTAUPRAPAT — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. H. Galih Orlando, S.Pd.I., S.H., M.Kn., mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Labuhanbatu.

banner 325x300

Dalam pernyataannya di Rantauprapat, Galih Orlando menegaskan bahwa Idul Adha tidak sekadar dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga refleksi mendalam tentang pengorbanan, kemanusiaan, dan ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat ini harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi,” ujar Galih Orlando.

Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim di Labuhanbatu dan sekitarnya, seraya berharap momentum hari besar keagamaan tersebut mampu mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi simbol keteguhan iman sekaligus pelajaran moral tentang pentingnya mendahulukan nilai pengabdian, keikhlasan, dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Dalam refleksinya, Galih Orlando memaknai Idul Adha melalui tiga dimensi utama.
Pertama, keikhlasan sebagai nilai tertinggi dalam kehidupan manusia. Ia menilai Nabi Ibrahim AS telah menunjukkan bahwa ketulusan dan ketaatan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban yang bermartabat.

Kedua, kurban sebagai jembatan kemanusiaan. Pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang.

“Semangat berbagi dalam Idul Adha menjadi bahasa universal kemanusiaan yang mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Ketiga, pengorbanan sebagai warisan moral bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa nilai memberi dan rela berkorban perlu terus ditanamkan agar lahir generasi yang memiliki kepedulian sosial dan jiwa gotong royong.

Lebih lanjut, Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Labuhanbatu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya di Labuhanbatu.

FKUB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat kedamaian, toleransi, dan persatuan sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan daerah.

“Kerukunan adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi mendatang,” tutup Galih Orlando.(*)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *