Labuhanbatukini.id — Upaya pemberantasan narkoba tak selalu ditunjukkan melalui penangkapan. Di Posko Kampung Bebas Narkoba (KBN) Pulau Padang, Kecamatan Bilah Barat, Jumat (27/2/2026), Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu memilih pendekatan berbeda: membagikan ratusan takjil kepada warga yang menjalankan ibadah puasa.
Kegiatan pada hari ke-9 Ramadan 1447 Hijriah itu dipimpin Kepala Satresnarkoba, AKP Hardiyanto. Menjelang waktu berbuka, personel berdiri di sekitar posko, menyapa warga satu per satu, menyerahkan paket takjil secara langsung.
Langkah tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Di wilayah yang menjadi fokus pembinaan Kampung Bebas Narkoba, pendekatan humanis dinilai penting untuk memperkuat pencegahan berbasis masyarakat.
Kepercayaan publik, kata Hardiyanto, menjadi fondasi dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa Polri hadir bukan hanya saat ada penindakan. Pencegahan membutuhkan kedekatan, komunikasi, dan kepedulian,” ujarnya.
Pulau Padang ditetapkan sebagai Kampung Bebas Narkoba sebagai strategi preventif, dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam pengawasan lingkungan. Namun, keberhasilan program semacam itu tak hanya diukur dari penurunan angka kasus, melainkan juga dari tumbuhnya partisipasi dan kesadaran kolektif.

Di tengah cuaca panas sore itu, interaksi berlangsung cair. Warga menerima takjil sambil berbincang singkat dengan petugas. Sejumlah di antaranya menyampaikan apresiasi atas kehadiran polisi yang dinilai lebih terbuka dan komunikatif.
Pesan yang hendak ditegaskan jelas: perang terhadap narkoba tidak cukup dilakukan dengan operasi dan penindakan. Ia memerlukan konsistensi pembinaan, pendekatan sosial, dan keteladanan.
Ramadan menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen tersebut, bahwa menjaga kampung dari bahaya narkoba adalah kerja bersama, bukan semata tugas aparat.(MS).


















