banner 970x250

Jelang HUT RI ke-81, HT Milwan Tanamkan Pancasila kepada Pelajar

Labuhanbatukini.id

LABUHANBATU — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, HT Milwan, mengajak pelajar memperkuat pemahaman Pancasila dan wawasan kebangsaan.

banner 325x300

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila dan penguatan wawasan kebangsaan di MTsN 3 Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (11/8).

Bagi HT Milwan, penguatan nilai Pancasila di lingkungan sekolah tidak cukup berhenti pada hafalan lima sila. Nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga persatuan, hingga membangun tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Ia menilai pelajar menghadapi tantangan yang berbeda di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan dinilai penting sebagai bekal menghadapi radikalisme, intoleransi, serta disinformasi.

Dalam kegiatan tersebut, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si., sebagai narasumber. Faisal merupakan dosen tetap FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), pendiri Sekolah Kebangsaan, pernah menjadi panelis debat calon Gubernur Sumatera Utara, serta aktif di dunia jurnalistik sebagai salah satu pengurus DPP Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Momentum menyambut kemerdekaan dimanfaatkan untuk membedah kembali makna Pancasila dan wawasan kebangsaan. Pembahasan tidak hanya ditempatkan dalam konteks kehidupan bernegara, tetapi juga dikaitkan dengan kehidupan siswa di sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

HT Milwan mengatakan pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik. Ia mendorong para siswa untuk belajar sungguh-sungguh dan tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita.

Menurut dia, pengalaman Faisal menjadi salah satu contoh bahwa keterbatasan biaya bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan perjuangan dan prestasi, Faisal disebut mampu mendapatkan beasiswa hingga meraih gelar doktor.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Keterbatasan biaya jangan menjadi alasan untuk berhenti meraih prestasi. Kuncinya adalah kemauan, kerja keras, dan kesungguhan dalam belajar,” ujar HT Milwan.

Pancasila Tak Sekadar Hafalan

Faisal kemudian mengemas materi Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam bentuk dialog interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga diberi ruang untuk bertanya mengenai cara meningkatkan motivasi belajar hingga strategi mendapatkan beasiswa.

Sila demi sila Pancasila dibahas dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar. Nilai persatuan, toleransi, tanggung jawab, keadilan, serta penghormatan terhadap sesama dikaitkan dengan berbagai persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Pendekatan tersebut membuat pembahasan Pancasila tidak berhenti sebagai materi yang harus dihafalkan. Para siswa diajak memahami bagaimana Pancasila dapat menjadi pedoman dalam mengambil sikap, baik di sekolah maupun di tengah keluarga dan masyarakat.

Faisal juga mendorong siswa memperluas cakrawala berpikir dan membangun kebiasaan belajar. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar mengejar nilai, tetapi juga membentuk karakter dan adab.

Kepala MTsN 3 Pangkatan, Hirwansah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berterima kasih kepada HT Milwan yang memilih sekolahnya sebagai lokasi penyebarluasan ideologi Pancasila dan penguatan wawasan kebangsaan.

“Terima kasih kepada Bapak HT Milwan yang telah memilih sekolah kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi siswa, terutama dalam membangun semangat belajar dan memahami pentingnya Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hirwansah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Faisal yang dinilai mampu memotivasi siswa melalui pengalaman dan pengetahuannya.

Menurut Hirwansah, salah satu pesan penting yang diterima siswa adalah pentingnya menempatkan adab sebelum ilmu. Sementara keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah dalam mengejar masa depan.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan kebangsaan tidak hanya berbicara tentang negara dan sejarah kemerdekaan. Ia juga menyangkut pembentukan karakter pelajar agar mampu tumbuh sebagai generasi yang berilmu, beradab, kritis, dan tetap memiliki kepedulian terhadap bangsa.

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *