banner 970x250

Hari Pertama di MAN Labuhanbatu: Saat Akhlak Ditempatkan Lebih Tinggi dari Ilmu

LABUHANBATU — Tahun ajaran baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuhanbatu dibuka dengan pesan yang sederhana, tetapi mendasar: ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak. Pesan itu menjadi benang merah pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

Sejak pagi, suasana madrasah dipenuhi sapaan hangat. Guru dan tenaga kependidikan menyambut para peserta didik dengan budaya Senyum, Salam, dan Sapa (3S).

banner 325x300

Bagi MAN Labuhanbatu, tradisi tersebut bukan sekadar seremonial awal tahun, melainkan bagian dari ikhtiar membangun lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menghargai setiap peserta didik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Dr. H. Asbin Pasaribu, S.Ag., M.A., yang bertindak sebagai pembina upacara, mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik.

Di hadapan ratusan peserta didik, ia mengajak mereka menumbuhkan semangat belajar, mencintai lingkungan sekolah, menghormati guru dan orang tua, membiasakan hidup disiplin, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah.

“Aspek terpenting dalam pendidikan adalah akhlak. Akhlak lebih tinggi daripada ilmu, karena ilmu tanpa akhlak kehilangan makna dan manfaat,” kata Asbin.

Pesan tersebut menjadi arah pelaksanaan MATAMUDA yang tahun ini menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan madrasah.

Pembukaan MATAMUDA ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya perjalanan para peserta didik baru dalam menempuh pendidikan di MAN Labuhanbatu.

Ketua Panitia MATAMUDA, Ahmad Badaruddin, S.Ag., mengatakan kegiatan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juli 2026. Selama masa orientasi, peserta didik diperkenalkan pada budaya madrasah, tata tertib, nilai-nilai keislaman, serta penguatan karakter sebagai fondasi dalam proses belajar.

Kepala MAN Labuhanbatu, Munir Nasution, S.Ag., M.Pd., mengatakan orientasi di madrasah tidak diarahkan pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi ruang awal membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik.

Menurut Munir, interaksi yang hangat sejak hari pertama diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri, sikap saling menghormati, serta menciptakan iklim belajar yang kondusif.

“Madrasah tidak hanya berkewajiban melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang berakhlakul karimah, berintegritas, beriman, bertakwa, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Komitmen itu, kata Munir, akan terus diwujudkan melalui layanan pendidikan yang berkualitas dengan menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan tahun ajaran baru berlangsung tertib dan khidmat. Antusiasme peserta didik mengikuti setiap tahapan MATAMUDA menjadi penanda dimulainya perjalanan baru, ketika pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses mencari ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan yang akan mereka bawa hingga dewasa.(MS)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *