banner 970x250

HT Milwan Gandeng Akademisi USU Bentengi Pelajar, Santri Labusel dari Erosi Nilai Kebangsaan

labuhanbatukini.id, LABUSEL — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan degradasi karakter generasi muda, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, HT Milwan, mengambil langkah konkret. Ia menggandeng akademisi ilmu politik, Dr. Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si, untuk menanamkan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada pelajar SLTA serta santri di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Program penyebarluasan ideologi Pancasila yang berlangsung sejak 24 hingga 30 April 2026 ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menyasar langsung ruang-ruang pendidikan, sekolah dan pondok pesantren, yang dinilai sebagai benteng terakhir pembentukan karakter bangsa.

banner 325x300

HT Milwan menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan harus dilakukan secara sistematis dan menyentuh akar persoalan generasi muda.

“Ini bukan kegiatan formalitas. Kita sedang menghadapi tantangan nyata: lunturnya nilai kebangsaan akibat arus informasi yang tidak terfilter. Generasi muda harus dibekali pemahaman ideologi yang kuat agar tidak kehilangan arah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran teknologi digital yang kerap menjadi pisau bermata dua.
“Teknologi tidak boleh dibiarkan menggerus identitas bangsa. Justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Untuk memastikan materi tersampaikan secara substansial, HT Milwan menghadirkan Dr. Faisal Andri Mahrawa, Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara yang dikenal konsisten mengkaji isu kebangsaan dan politik lokal.

Latar belakang akademiknya yang ditempa di Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, hingga Universitas Padjadjaran menjadi fondasi kuat dalam menyampaikan materi berbasis keilmuan.

Dalam pemaparannya, Dr. Faisal tidak sekadar menyampaikan teori. Ia menggunakan pendekatan reflektif dan dialogis, mengajak peserta menguji langsung pemahaman mereka tentang lima sila Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Ia juga membagikan kisah hidupnya, dari latar belakang sederhana hingga meraih gelar doktor, sebagai bukti bahwa pendidikan dan nilai kebangsaan dapat berjalan seiring membentuk karakter dan prestasi.

Respons peserta menunjukkan efektivitas pendekatan tersebut. Pelajar dan santri tampak aktif, kritis, dan berani menyampaikan pandangan. Diskusi berlangsung hidup, menandakan adanya keterlibatan emosional sekaligus intelektual.

Pantauan di lapangan, kegiatan ini mendapat apresiasi dari kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren. Mereka menilai program ini relevan di tengah tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.

Lebih dari sekadar agenda rutin, kolaborasi antara legislatif dan akademisi ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak bisa ditunda.

Di Labusel, upaya itu kini mulai menyentuh langsung generasi penerus, mereka yang kelak menentukan arah bangsa.(MS).

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *