labuhanbatukini.id, Rantauprapat — Wakil Bupati Labuhanbatu, Jamri, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (30/3/2026). Laporan itu mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar 92,42 persen dari target, di tengah capaian belanja yang belum sepenuhnya terserap.

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Arjan Priadi Ritonga, didampingi Wakil Ketua Andi Suhaimi Dalimunthe dan Saptono. Sejumlah anggota dewan, unsur Forkopimda, dan jajaran organisasi perangkat daerah hadir dalam sidang tersebut.
Dalam pidatonya, Jamri menegaskan LKPj merupakan bentuk pertanggungjawaban konstitusional kepala daerah atas pelaksanaan pemerintahan. Namun, data yang disampaikan menunjukkan masih adanya selisih signifikan antara target dan realisasi, terutama pada sisi belanja.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menetapkan target pendapatan 2025 sebesar Rp1,49 triliun, dengan realisasi Rp1,37 triliun atau 92,42 persen.
Sementara itu, belanja daerah dari target Rp1,52 triliun hanya terealisasi Rp1,34 triliun atau 88,24 persen, menyisakan ruang evaluasi terhadap efektivitas penyerapan anggaran.
Pada sektor pembiayaan, realisasi mencapai Rp32,15 miliar, sedikit melampaui target Rp32,13 miliar. Di sisi lain, alokasi Dana Desa sebesar Rp77,51 miliar telah disalurkan kepada 75 desa.
Jamri menyebut penyusunan laporan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020. Ia menekankan laporan tersebut mencakup seluruh pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, baik yang dijalankan langsung maupun melalui skema tugas pembantuan.
Meski demikian, DPRD menilai laporan tersebut perlu pendalaman lebih lanjut, terutama terkait selisih realisasi anggaran dan dampaknya terhadap capaian program prioritas. Usai penyampaian, fraksi-fraksi menyampaikan pandangan umum dan membentuk panitia khusus untuk membahas LKPj secara lebih rinci.
Sidang ini menjadi awal dari proses evaluasi legislatif terhadap kinerja pemerintah daerah sepanjang 2025, termasuk menguji konsistensi antara perencanaan anggaran dan realisasi di lapangan.(Red)


















