Labuhanbatu Selatan — Menjelang arus mudik Idul Fitri, langkah-langkah pengamanan tak hanya disiapkan di atas kertas, tetapi juga dipastikan langsung di lapangan. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Whisnu Hermawan Februanto, turun meninjau kesiapan Operasi Ketupat Toba 2026, Kamis (tanggal menyesuaikan), untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi Kapolres Labuhanbatu Selatan, Aditya S.P. Sembiring, yang sehari-hari memimpin pengamanan di wilayah tersebut. Keduanya menyusuri jalur-jalur utama, termasuk pemantauan melalui udara, mencakup wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, hingga Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Dari pemantauan itu, ditemukan beberapa titik yang berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan. Namun, alih-alih menjadi kekhawatiran, temuan tersebut justru menjadi dasar untuk bergerak lebih cepat.
“Kami melihat ada beberapa titik yang menjadi hambatan. Ini sudah kami sampaikan agar segera diambil langkah-langkah kepolisian untuk mengurai kemacetan,” ujar Whisnu, dengan nada tenang.
Sejumlah pejabat utama Polda Sumut turut mendampingi, di antaranya Wakapolda Sonny Irawan, Karo Ops Dwi Tunggal Jaladri, serta Dir Polairud Handono Subiakto.
Di daerah, kehadiran Kapolda juga disambut oleh Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang bersama jajaran Forkopimda. Wakapolres Moch Guntur Pryantoko, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, serta unsur TNI yang diwakili Hendra Gunawan, ikut mendampingi, memperlihatkan kebersamaan lintas lembaga dalam satu tujuan: melayani masyarakat.
Kapolda menegaskan, kelancaran arus mudik bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi hasil dari kerja bersama. Ia mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat yang kian tertib di jalan.
“Kami mengapresiasi semua pihak, termasuk masyarakat yang sudah mematuhi aturan. Ini yang membuat perjalanan mudik terasa lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di balik patroli dan pengamanan, ada pesan sederhana yang ingin dijaga: setiap pemudik berhak sampai tujuan dengan selamat, bertemu keluarga dalam suasana lebaran yang hangat.
Aparat hadir, bukan sekadar mengatur lalu lintas, tetapi memastikan perjalanan itu tetap membawa rasa tenang.(Red)


















