banner 970x250

Polres Labuhanbatu Bersama BNN Musnahkan 31,5 Kg Sabu dan 30 Ribu Pil Ekstasi

Labuhanbatukini.id, Rantauprapat — Tumpukan barang bukti narkotika bernilai miliaran rupiah dimusnahkan Markas Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis 12 Maret 2026. Sebanyak 31,5 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi dibakar menggunakan alat pemusnah milik Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.

Pemusnahan dilakukan secara terbuka dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Labuhanbatu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Labuhanbatu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Labuhanbatu, Para Ketua Organisasi Mahasiswa serta Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara.

banner 325x300

Kapolres Labuhanbatu Wahyu mengatakan pemusnahan menggunakan truk khusus yang dilengkapi sistem pembakaran bersuhu tinggi. Barang bukti dimasukkan ke dalam alat tersebut hingga terbakar sempurna.

“Sabu dan pil ekstasi dibakar dengan suhu sangat tinggi. Dari proses itu hanya tersisa endapan berupa kerak putih dan arang, sementara asapnya langsung terurai di udara,” kata Wahyu kepada wartawan.
Sisa endapan dari proses pembakaran itu, kata dia, akan dibawa kembali ke tingkat provinsi untuk dimusnahkan dengan alat khusus agar tidak dapat disalahgunakan kembali.

Menurut Wahyu, proses pemusnahan dilakukan secara transparan. Unsur Forkopimda diberi kesempatan memilih langsung barang bukti yang akan dimusnahkan sebagai bentuk pengawasan bersama.

“Kami memberi keleluasaan kepada Forkopimda untuk memilih barang bukti secara acak. Tidak ada pengurangan, tidak ada pergantian. Semuanya terbuka dan disaksikan bersama,” ujarnya.

Pemusnahan narkotika tersebut menjadi pengingat keras tentang ancaman peredaran narkoba di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya. Puluhan kilogram sabu yang dimusnahkan itu diperkirakan dapat merusak kehidupan ribuan orang jika beredar di masyarakat.

Sebelum kegiatan pemusnahan, Polres Labuhanbatu bersama unsur Forkopimda juga menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Toba 2026 di wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara.

Dalam operasi tersebut, kepolisian menyiapkan sembilan pos pengamanan yang terdiri dari tiga pos pengamanan, empat pos pelayanan, dan dua pos terpadu.

Pos pengamanan ditempatkan di titik rawan kemacetan maupun lokasi keramaian masyarakat, seperti kawasan pasar dan simpul lalu lintas. Sementara pos pelayanan disiapkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan selama perjalanan mudik.

“Di pos pelayanan ada petugas dari berbagai fungsi. Masyarakat bisa meminta bantuan, beristirahat, atau memperoleh pelayanan terbatas dari kepolisian,” kata Wahyu.

Dua pos terpadu ditempatkan di depan stasiun kereta api serta di kawasan Tanjung Sarang Elang, sebuah pelabuhan penyeberangan tradisional. Kapolres mengingatkan operator kapal agar tidak memaksakan jumlah penumpang melebihi kapasitas kapal.

“Kalau kapasitas kapal 20 orang, cukup 20 orang. Jangan dipaksakan lebih. Lebih baik menunggu kapal berikutnya. Yang penting masyarakat selamat sampai tujuan,” ujarnya.

Sebanyak 315 personel kepolisian diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka didukung 36 personel TNI, empat personel Polisi Militer, dua personel TNI AL, serta puluhan petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, ASDP, dan Pramuka.

Wahyu juga mengimbau para pemudik agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Tujuan mudik adalah berkumpul dengan keluarga. Jangan terburu-buru. Patuhi rambu lalu lintas, saling menghargai sesama pengguna jalan, dan bersabar jika terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.

Terkait ketersediaan bahan bakar minyak, ia memastikan pasokan di wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara dalam kondisi aman.

“Stok BBM aman dan cukup. Masyarakat tidak perlu membeli berlebihan atau melakukan penimbunan,” ujar Wahyu.(Red)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *