labuhanbatukini.id
LABUHANBATU UTARA — Dugaan tindak penganiayaan kembali terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik kelompok usaha Drs. Robert Aritonang Cs di Desa Sungai Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam insiden tersebut, seorang pekerja bernama Awi (51) mengalami sejumlah luka serius diduga akibat dianiaya sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang.
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat dirinya bersama sejumlah pekerja melakukan pengecekan di areal perkebunan yang disebut kerap terjadi kehilangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Di lokasi, para pekerja mengamankan dua pria yang diduga melakukan pencurian TBS berikut barang bukti berupa keranjang gandeng dan tojok. Salah seorang yang diamankan diketahui berinisial TS alias Hercules bersama seorang rekannya yang identitasnya belum diketahui.

“Sekitar setengah jam kemudian datang beberapa orang yang disebut merupakan rekan dari terduga pelaku pencurian. Mereka keberatan rekannya diamankan. Sempat terjadi adu mulut hingga berujung keributan dan dugaan penganiayaan,” ujar korban kepada wartawan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala, luka robek pada tangan kiri, tangan kiri terkilir, serta memar di bagian lutut kanan dan tangan kanan.
Sejumlah nama disebut berada di lokasi saat kejadian, di antaranya Arkemo Nadeak, TS alias Hercules, HG, Manogar Tamba, serta beberapa orang lainnya yang masih dalam proses identifikasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua orang yang namanya disebut dalam peristiwa itu sebelumnya pernah terlibat perkara pidana terkait dugaan penganiayaan dan pengancaman di lokasi yang sama.
Selain itu, TS alias Hercules bersama Manogar Tamba juga disebut pernah dilaporkan dalam perkara lain di Polres Labuhanbatu dengan nomor laporan polisi LP/B/597/V/2024/SPKT/Polres Labuhanbatu/Polda Sumut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Drs. Robert Aritonang membenarkan adanya insiden tersebut dan menyayangkan kembali terjadinya dugaan tindak kekerasan di lahan perkebunan miliknya.
“Peristiwa seperti ini sangat kami sesalkan karena menurut pekerja kejadian serupa sudah berulang. Kami berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun pekerja di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, korban dikabarkan telah menjalani perawatan medis dan membuat laporan pengaduan ke Polres Labuhanbatu.(*)


















